Admin
12 March 2026
Dorianne Laux Petang
Cahaya bulan mencurah tanpa belas kasih, tak peduli berapa banyak yang telah binasa di bawah pohon-pohon itu.
Batang air bergulir.
Akan selalu ada keheningan, tak peduli seberapa lama seseorang menangis menentang satu sayap rumah, dengan lengan telanjang menekan papan sirap.
Segalanya berakhir. Bahkan rasa sakit, bahkan dukalara.
Angsa-angsa memintas.
Alang-alang memikul beban bungkul mereka yang seringan bulu. Kerikil-kerikil kian mengecil, Lebih halus di bawah arus kasap malam. Kita menempuh
jarak yang jauh, seraya membawa pundi-pundi kita, buntalan kita. Beban atau pemberian.
Kita tahu tanah itu menghilang di bawah laut, pulau-pulau ditelan seperti ikan prasejarah.
Kita tahu kita ditakdirkan mati, tamat, terkutuk, dan masih saja cahaya menjangkau kita, jatuh di pundak kita bahkan saat ini,
bahkan di sini, di mana bulan itu sembunyi dari kita, sekalipun bintang-bintang begitu jauh.
Eunsong Kim Romansa #1
seperti gadis 14 tahun yang menunggu orang yang ditaksirnya menoleh ke belakang, aku terus menantikan kapitalisme berakhir tapi kapitalisme tidak bakal berakhir pacarku menyebut apa-apa yang bakal berakhir: Perpustakaan-perpustakaan Burung-burung Masa pensiun Jatah cuti Lari jarak pendek selama waktu cuti
Kelinci-kelinci hispid Bintang laut yang bentuknya seperti bintang Pengangguran Kerepotan-kerepotan Kerut keriput Cekungan pipi Terumbu karang hidup Protes-protes Proliferasi Anti-Nuklir Pakta Non-Agresi Capung-capung Buah manggis Zona Demiliterisasi Embargo Perdagangan Macan tutul, semua famili Hiu gergaji Konservasi skala besar Rencana/Mimpi Infiltrasi Pohon ek, Pohon-pohon. Partulina Variabilis Partulina Splendida (———) Program Pencegahan Kekerasan Berita. Berita:
Semoga beberapa ubur-ubur tetap bertahan hidup— menghitung hingga penyingkapan wahyu jadi bagian dari
Matthew Olzmann Surat untuk Seseorang yang Hidup Lima Puluh Tahun dari Sekarang
Kemungkinan besar, kau mengira kami membenci gajah, katak emas, harimau Tasmania dan semua jenis
ikan paus yang ditombak atau diretas hingga punah.
Kelihatannya kami seperti tidak meninggalkan apa pun untukmu kecuali benzena, merkuri, tembolok burung camar berdesir dengan bahan bakar jet dan plastik.
Kau mungkin ragu bahwa kami sanggup bersukacita, tapi kuyakinkan kau, kami sanggup.
Kami masih memiliki langit malam saat itu, dan seperti para leluhur kami, kami mengagumi teraan-teraan terang tanpa juntrungan garis markah kalajengking dan sudip terbalik.
Tentu saja, masih ada beberapa hutan tersisa! Tentu saja, kami masih punya beberapa telaga!
Maksudku, tidak semuanya cat timbal dan sulfur dioksida. Ada lebah pada masa itu, dan mereka menyerbuki euforia bunga-bunga sehingga kami bisa merenungkan misteri-misteri agung dan akhirnya bertanya, “Hei bung, apa sih transendensi itu?”
Dan kemudian semua lebah itu mati.
Para Penyair
Dorianne Laux adalah seorang konselor di Academy of American Poets. Beberapa kali dia pernah mendapatkan penghargaan. Dia mengajar penulisan kreatif di University of Oregon. Dia tinggal di North Carolina, Amerika Serikat.
Eunsong Kim, seorang professor di Departemen Bahasa Inggris Northeastern University. Dia juga pernah mendapat Ford Foundation Fellowship, dan hibah dari Andy Warhol Arts Writers Program, juga Poynter Fellowship dari Yale University.
Matthew Olzmann adalah penulis kelahiran Detroit, Amerika Serikat. Beberapa kali dia mendapat penghargaan. Dia berprofesi sebagai pengajar untuk para penulis di sebuah kampus. Sekarang dia tinggal di Vermont, Amerika Serikat.
Penerjemah Lutfi Mardiansyah, lahir di Sukabumi, 4 Juli 1991. Menulis puisi dan prosa, serta menerjemahkan karya-karya sastra.
Baca Selengkapnya