Yang bernama rumah, tempat segala gundah kita dibenamkan sepenuh arah
Selepas berbulan-bulan lewat, hujan tumbuh lebat di antara arak-arakan sungai yang tak lagi sanggup menjadi tuan rumah yang baik atau setidaknya memberi petunjuk terbaik untuk menenangkan sisa guyurnya.
Yang bernama rumah, tempat segala gundah kita dibelah tak karuan ke segala arah
Selepas bertahun-tahun lewat, rumah dibakar hebat di antara arak-arakan api yang tak lagi lahir sendiri api yang diciptakan dari rumahmu sendiri dari segala api darimu, dari tuanmu, dari segenap penghuni rumahmu
Tayu-Pati, Agustus 2023
Setia Naka Andrian, lahir dan tinggal di Kota Kendal sejak 4 Februari 1989. Pengajar di Universitas PGRI Semarang. Buku puisinya Bermula Kembara Bermuara Kendara (Sangkar Arah Pustaka, 2021) memperoleh nominasi Antologi Puisi Terbaik Prasidatama 2022 dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Buku puisi terbarunya, Apakah Surga itu Sebuah Agama (Sangkar Arah Pustaka, 2022).
LANGGANAN