Seputar Program Bukit Bunyi
Di Bukit Bunyi, kami berangkat dari keyakinan bahwa setiap kata memiliki bobot frekuensinya sendiri. Sebuah diksi yang tajam memiliki getaran yang berbeda dengan diksi yang melankolis. Ketika seorang penyair menuliskan baris tentang kesunyian, ada frekuensi rendah yang berdenyut di sana. Ketika ia menulis tentang amarah, ada ritme yang tersendat dan meledak. Kami tidak sekadar membubuhkan musik sebagai latar belakang atau penghias (musik ilustrasi). Sebaliknya, kami melakukan proses alih wahana...
Baca Selengkapnya
LANGGANAN