Terapung (Cerita Terjemahan karya Kim Steutermann Rogers)
Terapung Saat itu adalah tahun Ketika banjir menyapu di rumah-rumah di sepanjang hilir ungai. Mereka menyebutnya sebuah bom hujan. Rumah Kate berada di urutan yang keempat. Kate mengikuti tiga perempuan lainnya yang tidak mampu atau tidak mau meninggalkan rumah mereka yang dulu masih sejajar dengan sungai terbesar di pulau tropis mereka. Kate mencoba mengangkatkan telepon, namun tak ada panggilan yang dapat tersambung. Bibi Lani, yang rumahnya di depan rumah Kate, melemparkan sebuah tali kepada Kate, begitulah bagaimana keempat wanita mengikat rumah mereka, kehidupan mereka, nasib mereka bersama-sama. Pemandangan yang tak biasa. Empat rumah, semua memiliki nuansa hijau, rumah-rumah itu mengarah ke sebuah teluk berbentuk bulan sabit dengan latar berlanskap pegunungan yang dibelah air terjun. Oh, air terjun itu, begitu tampak seolah lapisan gula yang mengalir di sebuah lipatan kue pon. Selain makanan dan air, setiap orang mengemasi perlengkapan siaga bencana hari-hari ini. Setiap orang mengisi bak mandi mereka setiap sirine memperingatkan akan terjadinya bencana alam. Setiap orang paham bahwa bencana semakin sering terjadi. Dulu bencana seperti ini disebabkan oleh badai atau tsunami, namun seiring memanasnya suhu, banjir ekstrem kini menjadi bencana yang lebih mengerikan. Pada sore hari hujan berhenti. Katak-katak naik ke geladak sesaat sebelum malam tiba. Selusin katak merangkak di atas katak lainnya, katak-katak mencari tempat yang aman seolah meminta parawanita pergi ke atap rumah mereka saat matahari terbenam, saat purnama naik di langit timur, melukiskannya dengan sebuah warna post-apocalyptic oranye-emas. Selama makan malam, Jodi berbagi lasagna vegan yang dia masak sehari sebelumnya dengan daun talas dan keju vegan. Kate meracik salad dari sekantong sayur-sayuran, dan tambahan bahan dari mantan pacarnya, sang petani. Para wanita memindahkan makanan itu semuanya dari satu ke yang lain dalm keranjang yang mereka kaitkan pada tali yang saling terhubung satu sama lain. “Suka makanan penutup?” Si Bibi bertanya lalu membagikan roti pisang dengan kacang-kacangan macadamia. Pisang dan kacang-kacangan itu dia tanam di tempat yang dulunya adalah halaman belakang rumahnya. Stephanie adalah orang yang tak mau ribet. Dia memberi jeruk nipis kepada semua orang sambil berkata bahwa itu cocok untuk mencuci tangan. “Ketika juga bisa.” Kira-kira pada pukul sepuluh, telepon berdering, dan semua orang mereka sudah berada dalam jangkauan jaringan telepon, namun itu ternyata bunyi alarm Jodi, alarm pengingat untuk mengonsumsi obat melatonin sebelum tidur. Alih-alih, Si Bibi membagikan sebotol Patron. “Aku menyimpannya,” katanya. “Tapi menurutku ini terasa sangat Istimewa.” Stephanie masuk ke dalam rumahnya lalu Kembali dengan keripik tortilla dan salsa. “Senang rasanya ada sesuatu yang masuk di perut,”katanya. Tak ada yang tidur malam itu, Kate mendengarkan cerita mereka, satu per satu perlahan yang disampaikan seperti permainan telepon masa kecil. Si Bibi sedang dalam proses cerai, yang mana dia belum bisa memutuskan. Suaminya menghabiskan sebagian besar waktu untuk memancing atau balap kano cadik, sebab cinta pertamanya pada laut, klise memang. Stephanie baru saja kehilangan anjingnya yang sakit kanker. Jodi adalah seorang penyintas kanker payudara. Lalu Kate baru saja berpisah dari pacarnya dan kontraknya telah habis, ia mencoba menimbang Langkah selanjutnya. Sebagai ahli biologi musiman, Kate tidak sanggup hidup sendirian di Hawaii. Kate mencoba teleponnya lagi. Tampak tak ada bar. Tak ada yang menanyakan pertanyaan apa yang sedang dipikirkan orang-orang saat ini. Ketika bulan mulai beranjak ke cakrawala, Bibi memasang tali pancing di antara rumah-rumah dan memasanginya umpan katak. Dia belajar beberapa trik dari suaminya yang seorang nelayan katanya. Jika beruntung, dia akan memasak kue aweoweo (kue yang bahan dasarnya dari ikan) dan membuat poke (ikan mentah yang dipotong dadu sebagai sajian utama) untuk sarapan. “Aku punya daun bawang,” kata Kate, peninggalan dari pacarnya. Jodi tak makan ikan semenjak dia mendapati bayi anjing laut mati menelan kail ketika melahap ikan dari tali pancing nelayan. Tapi Jodi menawarkan air cabai. Tepat sebelum bulan lenyap dari pandangan, Kate mendengar suara mendesing dan merasakan ada semburan tetesan yang mengenai tubuhnya. Bau menyengat seolah bersarang di kerongkongannya, dan dia melihat ada seekor paus bungkuk dengan semburat merah mengambang di sekitarnya. Ketika para wanita menyaksikan kejadian itu, seekor paus lain yang berukuran sepertiganya muncul ke permukaan. Mereka mendengar suara ketika anak paus menarik napas pertama kali. Mereka menyaksikan ketika paus kecil itu menyenggol sisi tubuh induknya. Paus itu berguling-guling di permukaan air, mengeluarkan suara sesaat usai matahari terbit. Kate hamper tidak bisa melihat pulau yang dituju, armada mereka telah hanyut jauh di lepas Pantai, tapi dia bisa memandang raut wajah setiap wanita. “Dia layak mendapat lebih banyak Patron,” kata Bibi dan dia pun kembali mengirimkan tequila itu. Sebelum mereka sempat mengecek tali pancing dan berpikir untuk meracik sarapan, mereka mendengar sesuatu. Teriakan. Teriakan. Teriakan. Para wanita itu mendongak dengan rambut yang tertiup angin karena turbulensi baling-baling helikopter. Namun, tak seorang pun berdiri. *Kim Steutermann Rogers tinggal Bersama suaminya dan anjing berusia 16 tahun bernama Lulu di Hawaii. Salah satu esainya mendapat penghargaan dalam Best American Travel Writing. Tulisan-tulisan jurnalistiknya telah dipublikasikan di berbagai media seperti National Geographic, Audubon, dan Smithsonian. Prosa-prosa fiksinya juga telah dipublikasikan di berbagai media massa. Beberapa kali dia juga sempat mengikuti residensi di berbagai tempat di belahan bumi seperti di Alaska. Kim bisa ditemui di sosial media dengan nama @kimsrogers. Bio penerjemah: Ganjar Sudibyo, seorang pekerja buku yang saat ini tinggal Bersama seorang istri dan balita di sebuah desa di Bantul yang sedang giat mencintai buku, ladang rumahan, dan kucing-kucing. Buku puisinya akan terbit sebelum penghujung tahun 2024 ini.
Baca Selengkapnya
LANGGANAN