×

Langganan Artikel Bukit Buku

Lautan Menjulang (Cerita Terjemahan karya Anita Goveas)

Lautan Menjulang (Cerita Terjemahan karya Anita Goveas)

Yang pertama ialah seekor Paus Beluga, pengunjung dari Greenland. Dia tinggal di muara Sungai Thames, memangsa ikan air tawar dan ikan gudgeon serta rongsokan yang dijatuhkan dari tongkang-tongkang. Orang-orang membaca berita itu di web, kemudian pergi berbondong-bondong memotret dan merekam, membicarakan tentang makhluk air yang indah itu, sebuah cerminan kekuatan alam, dan betapa mereka diliputi keberuntungan bisa melihat makhluk itu sekali seumur hidup.

Paus itu bersenandung melalui mikrofon dan telinga yang bahasanya tak terpahami, lagu-lagu tentang sanak saudara mereka yang hilang, sumber-sumber makanan yang habis, dan bagaimana air laut terus-menerus naik.

Yang kedua ialah sebuah segel dermaga berwarna keperakan, pantulan cahaya dari urat dan ototnya seperti untaianmu mutiara di bawah dermaga dan jaring-jaring ikan. Media Southend Herald menayangkan cerita indah tentang lanskap itu dari seseorang yang datang dari sebuah daerah bernama Moray Firth.

Orang-orang berhenti memotret usai muncul rumor tentang bayangan yang keluar dari bulu abu-abu samar pada malam hari. Sesuatu berputar-putar di arus bawah sana, menyumbat saluran air.

Sesosok manusia menghantui jalanan yang diterangi Cahaya bulan dan bermimpi tentang suatu wilayah yang bernama Leigh-on-sea, ia meronta tentang hilangnya lahan pertanian, hilangnya hasil panen, dan bagaimana lautan naik.

Naga dengan banyak kepala berguling-guling di tengah air pasang yang membawa berita tentang banjir di Bangladesh, badai di Florida, dan tanah longsor di Bolivia.

Orang-orang melarikan diri secara bergiliran dari Benfleet, Tilbury, Gravesend saat ia menghancurkan perahu dengan sapuan ekornya dan matanya yang dingin. Benda-benda melayang berlalu-lalang, tas, ponsel pintar, kamera.

 

Ia meringkuk di Tower Bridge, sebuah benda besar di langit yang sangat luas. Berat perutnya mendorong air hingga meluap ke jalan, melewati mobil dan sepeda yang ditinggalkan. Ia berjemur di bawah sinar matahari yang tak dapat dirasakannya di dalam gua yang dalam—tempat ia tinggal sebelum lautan menyebabkannya naik.

*Anita Goveas, adalah seorang yang berdarah Inggris-Asia, ia tinggal di London. Bukunya pertama kali terbit di London Short Story Prize Anthology. Dia adalah seorang redaktur untuk Flashback Fiction.

Bio penerjemah:

Ganjar Sudibyo, seorang pekerja buku yang saat ini tinggal Bersama seorang istri dan balita di sebuah desa di Bantul yang sedang giat mencintai buku, ladang rumahan, dan kucing-kucing. Buku puisinya akan terbit sebelum penghujung tahun 2024 ini.

Footer